This Blog Is Under Contructions
Mohon maaf, blog ini dalam masa percobaan… Terima Kasih www.dewandakwahjakarta.or.id
Menyibak Tabir Seputar Karomah
Termasuk yang masih hangat menjadi bahan pembicaraan hingga saat ini adalah tentang karomah. Bermula dari zaman Wali Songo sebagai penyebar Islam di Jawa sebelum kedatangan Belanda ke nusantara. Wali Songo diyakini oleh beberapa kalangan memiliki kesaktian yang luar biasa dan tidak masuk akal. Kesaktian inilah yang disebut-sebut sebagai karomah dari Allah Ta’alaa. Namun, benarkah kesaktian Wali Songo termasuk dari karomah yang diberikan Allah? Baca entri selengkapnya »
Memaknai Ramadhan
Momentum Ramadhan ini sangat mahal. Mahal dari sudut nilai, mutu dan kualitas, yang sayang sekali jika lewat begitu saja tanpa bekas dan makna yang berarti. Mahal karena Ramadhan dengan paket amal yang ada di dalamnya bisa menyapu bersih dosa 11 bulan sebelumnya. Bahkan dihitung seperti puasa setahun penuh jika disempurnakan lagi dengan puasa Syawwal. Karena itu, kehadiran Ramadhan dengan paket optimalisasi amaliah-nya oleh para pengurus masjid, para ustadz, imam rawatib dan para jama’ah benar-benar harus dimaksimalkan, jangan sampai masjid terkalahkan oleh tayangan TV dan siaran radio.
Ramadhan juga mahal dari sudut sejarah, sebab pada awalnya Ramadhan ini adalah bulan hadiah terkait dengan terbatasnya umur ummat Muhammad saw dan lemahnya fisik ummat akhir zaman, karena itu ada konsep rukshah dalam puasa bahkan dijadikan sebagai tebusan kesalahan (kaffarah), di mana hal ini tidak terdapat dalam syari’at Nabi terdahulu. Dengan malam 1.000 bulan yang mampu membayar 83 tahun usia semakin menambah mahal nilai puasa Ramadhan, yang selayaknya memacu kita untuk tidak melewatkan detik-detik Ramadhan berlalu begitu saja. Baca entri selengkapnya »
Menggapai Kebahagiaan
Kalimat “kebahagiaan” adalah kalimat yang mulia, bukan kalimat yang hampa tiada makna, bukan kalimat yang mati, tiada arti. “Kebahagiaan”, adalah kondisi kehidupan dan kematian yang didambakan oleh setiap insan, di Barat maupun di Timur, di Utara maupun di Selatan.Namun, di dalam menggapai kebahagiaan ini, ummat manusia (dalam kenyataannya) berbeda-beda. Sebagian di antara mereka telah menggapainya, sebagian yang lain sedang mencari, namun ada pula di antara mereka yang telah mencarinya namun tidak pernah menjumpai, sampai ajal (maut) datang merenggut nyawanya.
Tuhan Yang Maha Pencipta, Yang Maha Mengerti tentang seluk beluk ciptaannya, telah memberi petunjuk tentang bagaimana seseorang bisa menggapai kebahagiaan itu, Dalam surat An-Nisa’ 125 Allah Ta’alaa berfirman : “Dan siapakah yang lebih baik agamanya (way of life-nya) dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya. Baca entri selengkapnya »
Pancasila Bukan Untuk Menindas Umat Islam

Tulisan Terbaru tentang Pancasila
Bisa dikatakan, sejarah perjalanan bangsa Indonesia sejak kemerdekaan tahun 1945 adalah sejarah pemaknaan dan penafsiran Pancasila. Berbagai kelompok dan aliran ideologi berusaha memberikan tafsir Pancasila, sesuai dengan aspirasi ideologisnya. Kaum Kristen, misalnya, mengembangkan model penafsiran sekular dan netral agama untuk Pancasila. Orde Lama mengembangkan penafsiran Pancasila ala ”nasakom” yang memadukan antara agama, nasionalis, dan komunis. Orde Baru muncul dengan jargon koreksi total terhadap Orde Lama dan menjadikan Pancasila sebagai asas tunggal, ideologi bangsa, dan pedoman moral bangsa. Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) sempat dijadikan sebagai model tafsir tunggal terhadap Pancasila. Penataran-penataran Pancasila digalakkan. Toh, akhirnya, penafsiran dan penarapan Pancasila semacam itu didikoreksi oleh generasi berikutnya.
Hingga kini, setelah 10 tahun lebih era reformasi berjalan, banyak pihak masih terus mencari-cari rumusan baru tentang model penafsiran Pancasila. Bahkan, tidak sedikit yang mulai khawatir akan masa depan Pancasila. Namun, sebagian masih terus menggebu-gebu mengangkat dan menjadikan Pancasila sebagai ”alat pemukul” terhadap aspirasi umat Islam di Indonesia. Setiap ada peraturan atau perundang-undangan yang diperuntukkan bagi orang Islam di Indonesia, langsung dituduh dan dicap sebagai ”anti-Pancasila” dan ”anti-NKRI”. Baca entri selengkapnya »

